
Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat denga n ujung meruncing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, umbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.
Menurut Potopoy Pasau yang banyak menggunakan keladi tikus sebagai obat tradisional, tanaman ini tak berdaun di musim panas seperti sekarang ini. Karena itu, ia merasa kesulitan menemukannya. Ia mengaku, untuk obat tradisional, ia tak mengembangbiakan sendiri, melainkan mencari di tempat-tempat tumbuhnya keladi tikus ini. ”Keladi tikus lebih banyak digunakan untuk pengobatan kanker, khususnya kanker payudara.
Bagian yang digunakan adalah seluruh tanamannya, baik daun, hingga ke umbinya. Semuanya digerus dan ditambah air sedikit. Air sari ngannya itu yang diminum rutin,” ujar Patopoy. Tanaman ini terasa hangat, asam, dan beracun. Keladi tikus berkhasiat sebagai antiradang, antipembengkakan, dan dapat membekukan darah atau mengurangi pendarahan.
Karena mengandung racun, keladi tikus bisa menimbulkan gatal pada tenggorokan, mulut, dan kulit. Untuk mengatasi racun tersebut, perlu perlakuan khusus seperti mencucinya dalam air mengalir. Selain itu, bisa juga ditambahkan madu untuk menghilangkan gatal di mulut. Keladi yang punya nama laoshu yu (Tionghoa) itu ternyata sudah banyak digunakan dan dibuat dalam obat paten. Obat itu dibentuk dalam tablet.
Hanya saja, untuk penyakit yang parah, konsultasi ke dokter tetap dianjurkan. Untuk pemakaian luar, seluruh tanaman keladi tikus dicampur beberapa bahan lain, dihaluskan dan ditempelkan pada bagian yang sakit. Sedangkan, untuk pemakaian dalam, sebanyak 50 gram keladi tikus dam bahan lainnya dihaluskan, ditambah air matang, disaring dan diminum.
Beberapa penyakit bisa diatasi dengan pengobatan luar dengan keladi tikus. Contohnya saja, pertolongan pertama untuk gigitan lipan atau ular, radang kulit (pyoderma), bisul (furunculus), tumor yang berasal dari pembuluh darah (hemangioma), luka, borok, koreng, dan patek (frambusia). Penyakit yang bisa diatasi lewat pemakaian dalam antara lain kanker payudara. Untuk penyakit ini, digunakan seluruh bagian tanaman keladi tikus, dihaluskan dan ditambah 40 cc air matang, lalu disaring. Bisa ditambahkan madu ke dalamnya. Diamkan selama 30 menit sebelum makan. Larutan itu diminum rutin tiga kali sehari. Hanya saja, bagi penderita gangguan lambung, larutan ini diminum setelah makan.
Home » Posts filed under Kanker
Wednesday, August 17, 2011
KELADI TIKUS ATASI KANKER PAYUDARA
Friday, February 11, 2011
Untuk Melawan Kanker, Makan Juga Tunas Brokoli
SHUTTERSTOCK Makan juga tunas brokoli, jika Anda ingin melawan kanker. Artikel Terkait: Begini Cara Brokoli Mengalahkan Kanker 5 Ragam Cara Mengolah Brokoli Brokoli Ampuh Mencegah Kanker Payudara Brokoli, Paling Baik Dikukus Agar Vitamin pada Brokoli Tidak Hilang GramediaShop : The Rossetti Letter GramediaShop : Jampi Senin, 7/2/2011 | 16:10 WIB
KOMPAS.com - Brokoli sering disebut sebagai salah satu bahan makanan yang ampuh mencegah -bahkan menyembuhkan- kanker. Sayuran hijau ini memang kaya akan nutrisi, terdiri atas serat, vitamin C, dan beta karoten. Brokoli juga mengandung sulforaphane dan myrosinase, yang jika digabungkan, akan memberikan sayuran ini manfaat antikankernya.
Agar semua nutrisi ini bisa terserap dengan baik dan mampu memberikan manfaat utamanya, bagaimana cara memasaknya?
Jika dimasak kelewat matang, myrosinase atau agen pelawan kanker pada brokoli ini bisa rusak. Agar manfaat ini tidak hilang, kukuslah brokoli selama 2-4 menit, jauh sebelum sayuran menjadi lembek. Kemudian, menurut penelitian dari University of Illinois yang diterbitkan di jurnal Nutrition and Cancer, konsumsi tiga sampai lima porsi brokoli ini dalam seminggu.
Para peneliti juga menyarankan untuk menaburi brokoli dengan tunasnya, yang tak kalah berkhasiat. Pada tunas brokoli itulah myrosinase banyak didapat, dan hampir melipatgandakan agen pencegah kanker tadi. Sumber-sumber myrosinase lainnya adalah daun arugula (biasa disebut rocket, yang populer dalam hidangan Italia), lobak, mustar, dan wasabi.
DIN
Monday, February 7, 2011
Gaya Hidup Picu Kasus Kanker Payudara
SHUTTERSTOCK Rutin memeriksa kondisi payudara juga bisa menjadi langkah pencegahan kanker payudara. Artikel Terkait: Implan Payudara Berisiko Kanker? 5 Cara Hindari Kanker Payudara Mitos Seputar Kanker Payudara Dinda Nawangwulan: Survivor Kanker Payudara Tidak Sendiri 11 Tanda Risiko Kanker Payudara GramediaShop : Angel Of Life 01 GramediaShop : Buddha Sabtu, 5/2/2011 | 21:33 WIB
KOMPAS.com - Kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan yang dialami kaum perempuan. Seolah belum cukup menakutkan, kini muncul lagi fakta baru: satu dari delapan perempuan akan mengidap kanker payudara. Diperkirakan, hal ini dipicu masalah obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan usia memiliki anak yang tertunda.
Para peneliti dari Cancer Research UK menekankan pentingnya kepedulian perempuan untuk lebih memerhatikan kesehatannya dengan mengurangi minum alkohol, olahraga, dan menjaga berat sehat.
"Kanker payudara juga dikaitkan dengan riwayat reproduktif perempuan," kata Dr Kat Arney, dari Cancer Research UK. "Kalau perempuan mempunyai anak lebih awal, risikonya akan berkurang."
Pembentukan kanker payudara, menurut para peneliti, juga dipicu oleh hormon seks oesterogen, yang menurun selama kehamilan. Karena itu, perempuan yang menunda (atau terpaksa tertunda) memiliki anak akan terpapar oestrogen dalam proporsi yang lebih tinggi, dan dengan sendirinya akan meningkatkan risiko kanker payudara.
Terapi sulih hormon, yang digunakan oleh jutaan perempuan setiap tahun untuk melawan gejala-gejala menopause, juga menjadi penyebab yang lain. Hampir separuh dari mereka yang didiagnosa dengan kanker payudara berusia antara 50 - 69 tahun.
Meskipun demikian, pakar medis ingin menekankan pula bahwa perawatan kanker payudara telah meningkat pesat dibandingkan 10 tahun lalu. "Perempuan yang mengidap kanker payudara lebih banyak, tetapi pertahanan hidup mereka juga meningkat berkat terobosan dalam kewaspadaan tentang kanker payudara, screening, dan perawatannya," kata Dr Rachel Greig, dari Breakthrough Breast Cancer.
Studi yang diadakan oleh World Cancer Research Fund pada 2009 menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen kasus kanker payudara dapat dicegah bila perempuan mengubah gaya hidupnya. "Pencegahan harus datang dari dua sumber: komitmen pada penelitian mengenai penyebab kanker payudara, dan perempuan sendiri harus membekali diri dengan informasi mengenai risiko penyakit ini," tutur Dr Greig.
Sementara itu Sara Hiom, direktur informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan bahwa lebih banyak olahraga dan mengonsumsi makanan yang kaya serat namun rendah kadar lemak jenuhnya, dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, "Yang hasilnya bisa mengurangi risiko kanker payudara."
Mengenai masalah menunda kehamilan, tentu ini tak menjadi masalah bagi perempuan yang kondisinya sehat. Tetapi bagaimana dengan perempuan yang terpaksa menunda kehamilan karena belum punya pasangan, menikah dalam usia yang sudah tak muda lagi, atau mengalami kesulitan hamil? Haruskah mereka juga disalahkan?
DIN

